--> Jateng Kece | Deskripsi Singkat Blog di Sini

Jateng Kece

Wednesday, December 29, 2021

Wali Kota Solo Gibran Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Surakarta

Wali Kota Solo Gibran Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Surakarta

Photo @solarismotor

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Tahun 2021 PLN UP3 Surakarta telah diresmikan oleh Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka di Kantor PLN UP3 Surakarta, Selasa (28/12/2021). SPKLU pertama di Kota Solo itu berlokasi di halaman kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surakarta Jl.Slamet Riyadi No.468 Surakarta. 

Orang nomor satu di Pemkot Solo itu menyambut baik adanya SPKLU di Kota Surakarta dan akan mensosialisasikan kepada masyarakat Kota Surakarta untuk beralih menggunakan kendaraan listrik karena lebih ramah lingkungan. 

“Yang jelas kami menyambut baik dengan adanya SPKLU yang ada di Kota Solo ini, jadi kita dorong juga warga untuk beralih ke kendaraan-kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.” tuturnya, Selasa. 

“Tadi saya nyoba ndak ada bedanya dengan mobil yang pakai bensin atau solar, malah lebih baik juga, ndak ada suaranya juga, dengan adanya SPKLU ini kan setiap charger kan hanya membutuhkan 2 jam jadi sangat cepat sekali.” ujarnya. 

Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Kota Surakarta ini merupakan komitmen PLN untuk mendukung green energy untuk Indonesia langit biru dan sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan pada 12 agustus 2019. 

Dalam acara tersebut, Gibran Rakabuming hadir bersama Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, dan General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng & DIY, Muhammad Irwansyah Putra, beserta jajaran Forkopimda Kota Surakarta lainnya dilansir dari kuasakata.

Tuesday, August 27, 2019

Pesona Kemegahan Pintu Langit Dahromo Bantul Yogyakarta

Pesona Kemegahan Pintu Langit Dahromo Bantul Yogyakarta

Photo by @_uni26_
Yogyakarta sebagai kota pelajar tidak pernah kekurangan pesona untuk menarik para wisatawan mengunjunginya. Selain dinobatkan sebagai kota pelajar, tidak muluk-muluk jika Yogyakarta dikatakan sebagai kota wisata dan bisa menjadi salah satu kota tujuan Anda untuk berlibur selain kota lainnya di Indonesia. 

Salah satu tempat di Yogyakarta yang tengah berkembang pesona wisatanya adalah daerah Dlingo, Bantul. Dan herannya, di tempat ini seolah tidak kehabisan spot wisata baru dan selalu ramai dikunjungi para wisatawan. Salah satu yang terkenal di dekat sini ada Kebun Buah Mangunan atau ada rumah Hobbit yang unik untuk dikunjungi.

Kali ini, kami akan mengulas sekilas tentang salah satu tempat hits lainnya di daerah Dlingo, Bantul dan telah ramai dikunjungi karena keindahan pemandangannya. Yaitu Pintu Langit Dahmoro. 

Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar atau membaca kata pintu langit? Apakah tempat wisata yang memiliki tempat tinggi? Atau tempat wisata dengan panorama langitnya yang begitu luas? Jika iya kedua hal tersebut tebakan Anda, Anda benar walau belum sepenuhnya.

Daerah Dlingo Bantu saat ini memang banyak lokasi-lokasi wisata baru salah satunya adalah Pintu Langit Dahromo. Spot utama dan favorit di tempat ini adalah kerangka pintu yang bagian tertinggi seolah-olah merupakan pintu untuk menuju ke langit. Selain itu juga ada spot frame rumah selain spot kerangka pintu. 


Di lokasi ini pengunjung dapat menikmati indahnya sunset. Berfoto di spot kerangka pintu dengan pemandangan sunset yang indah akan membuat fotomu sangat keren dan instagramable.

Selain spot selfie di pintu langit tersebut, Anda pun bisa berfoto dan menikmati keindahan alam di spot lain yang berupa jendela rumah yang disekitarnya ada berbagai macam tanaman. Tempat ini cukup bisa memberikan hiburan bagi Anda yang penat menjalani aktivitas sehari-harinya. 

Dan saran kami, jika Anda tertarik datang ke sini, datanglah di waktu-waktu pancaran cahaya matahari tampak indah untuk dipandang dan tidak terlalu panas ataupun silau, yaitu di waktu pagi ataupun petang. Dan akan tampak lukisan indah Sang Pencipta di sana.

Jika Anda tertarik ke sana cukup siapkan budget sekitar 5000 rupiah perorang dan 2000 rupiah sebagai uang parkir. Anda bisa berkunjung ke sana mulai pukul 5.00 pagi sampai 22.00 malam. Durasinya cukup lama bukan? Dan alamat lengkap Pintu Langit Dahromo ini terdapat di Jalan Hutan Pinus Nganjir, Dahromo, Muntuk, Dlingo, Bantul, Yogyakarta.

Lokasi wisata pintu langit dahromo satu jalur dengan daerah dlingo, hutan pinus dan kebun buah mangunan, namun pintu langit dahromo berada di jalur menuju bukit lintang sewu, lebih tepatnya berada di daerah Muntuk Dlingo Bantul. Akses dan rutenya belum begitu bagus, jalur utamanya mengikuti arah hutan pinus.


Dari terminal giwangan, lurus terus melewati jalan imogiri timur. Sesampainya di pertigaan pasar imogiri beloklah ke kiri menuju arah kebun buah mangunan. Kamu akan menemui jalan menanjak dan berkelok. Sesampainya di pertigaan kebun buah mangunan, lurus saja melewati hutan pinus asri. Sekitar 500 meter kemudian kamu akan menemukan bukit lintang sewu. Lokasi pintu langit dahromo ini berada di selatan bukit lintang sewu. //berbagaisumber

Monday, August 26, 2019

Jokowi : Ibu kota Baru Indonesia di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

Jokowi : Ibu kota Baru Indonesia di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

Photo By @jokowi
Selamat siang. Ibu kota negara kita akan pindah. Letaknya di Pulau Kalimantan. Di mana pastinya, sejauh ini telah mengerucut ke salah satu provinsi: bisa di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Segala aspek dalam proses pemindahan itu -- skema pembiayaan, desain kelembagaan, payung hukum regulasi mengenai pemindahan ibu kota -- sedang dikaji secara mendalam dan detail, sehingga keputusan nanti benar dalam visi ke depan kita.

Pengalaman negara-negara lain dalam pemindahan ibu kota juga dipelajari untuk kita antisipasi hambatannya. Sebaliknya, faktor-faktor kunci keberhasilan yang bisa kita adopsi, kita adaptasi.

Dalam memutuskan pemindahan ibu kota ini, posisi saya bukan sebagai kepala pemerintahan, tetapi sebagai kepala negara. Kita harus melihat visi besar berbangsa dan bernegara untuk 10 tahun, 50 tahun, 100 tahun yang akan datang.



Photo By @jokowi
Sebagai bangsa besar yang sudah 74 tahun merdeka, Indonesia belum pernah menentukan dan merancang sendiri ibu kotanya.

Maka, pada siang yang berbahagia ini, saya menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan kajian-kajian mendalam, terutama dalam tiga tahun terakhir.

Hasil kajian-kajian tersebut menyimpulkan bahwa lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. //instagram@jokowi
Sejarah dan Perkembangan Kota Lama Semarang

Sejarah dan Perkembangan Kota Lama Semarang

Photo by @rindi_antika123 
Kota Lama adalah potongan sejarah, karena dari sinilah ibukota Jawa Tengah ini berasal. Pada dasarnya area Kota Lama Semarang atau yang sering disebut Outstadt atau Little Netherland mencakup setiap daerah di mana gedung-gedung yang dibangun sejak zaman Belanda. Namun seiring berjalannya waktu istilah kota lama sendiri terpusat untuk daerah dari sungai Mberok hingga menuju daerah Terboyo.

Setelah gemparkan media internasional dengan Kampung Pelangi-nya, Ibukota Jawa Tengah kembali hadirkan gebrakan terbaru dengan meresmikan Semarang Creative Gallery di area Kota Lama, tepatnya di bekas gedung Telkom.

Semarang Creative Gallery merupakan sebuah wadah bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal untuk memamerkan dan memasarkan produknya.

Ide pembentukan Semarang Creative Gallery ini berasal dari Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Konsep yang diusung Semarang Creative Gallery ini merupakan sebuah department store yang menjadi pusat dan memasarkan produk unggulan masyarakat dari UMKM, seperti batik, sandal, tas, sepatu, dan produk kerajinan tangan lainnya. 

Semarang Creative Gallery juga dilengkapi dengan kafe dengan desain interior yang menarik. Uniknya, ornamen-ornamen tersebut bertema kolonial. Jadi, kesan klasik ala penjajahan Belanda begitu kental terasa di sana. Harapan dibentuk seperti ini adalah ketika Kamu berkunjung ke sana, Kamu bisa ngobrol, dan ngopi sambil menikmati suasana yang ‘tempo doeloe’ khas Kota Lama.

Photo by @dykap21
Secara umum karakter bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an. Hal ini bisa dilihat dari detail bangunan yang khas dan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. Seperti ukuran pintu dan jendela yang luar biasa besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah. 

Hal ini tentunya bisa dibilang wajar karena faktanya wilayah ini dibangun saat Belanda datang. Tentunya mereka membawa sebuah konsep dari negara asal mereka untuk dibangun di Semarang yang nota bene tempat baru mereka. Tentunya mereka berusaha untuk membuat kawasan ini feels like home bagi komunitas mereka.

Dari segi tata kota, wilayah ini dibuat memusat dengan gereja Blenduk dan kantor-kantor pemerintahan sebagai pusatnya. Mengapa gereja? Karena pada saat itu pusat pemerintahan di Eropa adalah gereja dan gubernurnya. Gereja terlibat dalam pemerintahan dan demikian pula sebaliknya.

Bagaimanapun bentuknya dan apapun fungsinya saat ini, Kota Lama merupakan aset yang berharga bila dikemas dengan baik. Sebuah bentuk nyata sejarah Semarang dan sejarah Indonesia pada umumnya. //berbagaisumber

Thursday, November 8, 2018

Wisata Terkenal Klaten Umbul Ponggok, Wisata Air yang Suasana Seperti Lautan

Wisata Terkenal Klaten Umbul Ponggok, Wisata Air yang Suasana Seperti Lautan



Klaten terkenal dengan berbagai wahana wisata air alami ataupun buatan, karena indahnya wisata airnya tak sedikit wisata di Klaten yg terkenal ataupun di kenal masyarakar luar kota, salah satunya adalah umbul ponggok.

Umbul Ponggok merupakan sebuah kolam alami yang dikembangkan menjadi wisata tirta yang cukup terkenal di Klaten. Aneka ikan warna-warni yang hidup di Umbul Ponggok dan dasar kolam yang indah menjadikannya sebagai lokasi favorit snorkeling. Tak hanya itu, Umbul Ponggok juga sering menjadi tempat latihan diving.

Berbeda dengan kolam renang yang dasarnya berupa lantai keramik, dasar Umbul Ponggok masih sangat alami berupa hamparan pasir nan luas, bebatuan, dan ribuan ikan warna-warni sehingga suasananya benar-benar seperti di bawah laut. Meski dipenuhi ikan, air di Umbul Ponggok ini tidak amis sebab airnya mengalir terus.

Namun perlu di ketahui di sini juga terdapat lokasi snorkelling yang asik tak kalah dengan snorkelling yg sebagaimana mestinya di laut atau pantai. Anda tak perlu takut terbawa gelombang, sebab tempat snorkelling kali ini bukanlah laut melainkan sebuah sumber mata air alami yang segar dan sangat jernih bernama Umbul Ponggok. Kolam alami ini sudah ada sejak zaman Belanda, dengan ukuran 50 x 25 meter dan kedalaman rata-rata 1,5 – 2,6 meter tempat ini cocok digunakan untuk lokasi snorkelling.

Selain sebagai tempat snorkelling, Umbul Ponggok juga kerap dijadikan lokasi latihan diving bagi penyelam pemula sebelum mereka benar-benar menyelam di laut. Bagi wisatawan yang tidak bisa berenang maupun tidak ingin snorkelling bisa naik perahu kayuh dan mengelilingi umbul. Sedangkan bagi anak-anak tersedia kolam berukuran pendek yang bisa dijadikan lokasi berenang maupun sebatas bermain air.

Lokasi dan Harga Tiket Umbul Ponggok
Umbul Ponggok terletak di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Dari Yogyakarta bisa ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Umbul Ponggok buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB.

Untuk masuk ke Umbul Ponggok wisatawan wajib membayar biaya retribusi sebesar Rp 15.000 per orang. Bagi wisatawan yang ingin snorkeling namun tidak membawa peralatan, di Umbul Ponggok juga terdapat tempat penyewaan snorkeling. Berikut daftar harganya: kaki katak Rp 5.000, snorkel, Rp 10.000, pelampung Rp 5.000, ban Rp 5.000.

Jika ingin melakukan pemotretan di Umbul Ponggok, wisatawan disarankan datang pada hari Senin – Jumat pukul 07.00 – 09.00 WIB atau pukul 14.00 – 16.00 WIB. Sedangkan pada akhir pekan Sabtu – Minggu untuk hasil yang memuaskan disarankan datang pukul 07.00 – 09.00 WIB. Pemotretan di pagi atau sore hari akan menghasilkan gambar yang lebih bagus karena air umbul lebih jernih dan sinar matahari masih dari samping bukan tepat di atas kepala. Selain itu pada siang hari jumlah pengunjung biasanya jauh lebih banyak sehingga tidak bisa leluasa mencari spot foto yang bagus seperti yang dikutip njogja co id

Friday, June 22, 2018

Jangan Sampai Lewatkan, Kuliner Khas Solo Kekinian

Jangan Sampai Lewatkan, Kuliner Khas Solo Kekinian



Bagi anda para traveller mungkin yang sebagian besar bukan merupakan orang asli Solo, akan sangat membutuhkan informasi terkait dengan destinasi apa saja yang ada di kota Solo dan apa saja jenis-jeninsya.

Tidak akan lengkap sebuah perjalanan mengunjungi sebuah kota terlebih lagi untuk Solo yang menyimpan beragam keunikan. Untuk itu, Anda perlu menyimak ulasannya berikut ini:

1. Gudeg Cakar Margoyudan

Bagi Anda yang sedang mencari kuliner malam kota Surakarta, rasanya makanan yang satu ini akan sangat cocok. Bagaimana tidak, makanan ini memiliki keistimewaan tersendiri.

Meski sering disamakan dengan Gudeg yang asalnya dari Jogja, nyatanya Gudeg ini memiliki perbedaan.

source : travel kompas

Adapun perbedaan itu terletak pada rasa yang dikandungnya, yang mana, gudeg ini memiliki rasa yang gurih dari mulai lauk hingga nasinya.

 Anda akan menemuan hanya sedikit rasa manis yang ada dalam gudeg ini, karena rasa pedas yang berasal dari sambal krecek akan lebih mendominasi.

2., Warunk Gacoan

Yang ngaku anak muda dan anak gahul Solo, pasti sudah pernah nongkrong di Warunk Gacoan. Dari namanya aja sudah pakai bahasa Slang alias bahasa gaul plesetan dari kata Warung.

Lokasi Warunk Gacoan ini di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo No.29, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57141. Gampangnya, cari lokasi Warunk Gacoan di belakang Solo Paragon Mall (tepat di ujung perempatan menuju parkir apartemen Paragon). Bahkan beberapa driver online siap menjadi superhero pemadam kelaparanmu saat di rumah atau di kos sendirian.

Aneka menu yang terpampang nyata di papan Warunk Gacoan. Pilih sesukamu, dan harganya pun ramah di kantong kan? Aneka susu segar dengan varian rasa Strawberry, Green Tea, Vanilla, Taro, Bubble Gum, Red Velvet, Choco Creamy bisa kamu dapetin cuma dengan harga Rp 9.000,-,


Nggak cuma susu segar aneka rasa, kudapan dan cemilan bisa jadi pilihanmu nemenin nongkrong asyik di Warunk Gacoan.

Walaupun ada fasilitas online, Tapi, tetep aja lebih asyik buat datang langsung dan pesan mie setan andalan Warunk Gacoan. Dijamin pedesnya bikin ketagihan, beda sama mie yang kamu bikin sendiri di rumah. Penasaran?

ojekonlinetulungagung blogspot
Datang dan buktikan sendiri deh!

3. Nasi Liwet Bu Yani

Mirip dengan nasi uduk, kuliner khas Solo ini dimasak bersama dengan santan kepala. Tak heran rasanya pun gurih. Nah, nasi liwet paling terkenal di Solo adalah milik Yu Nani yang bisa ditemukan di Veteran dan Solo Baru.


Meski sederhana berdiri di atas trotoar, rasa hidangannya nikmat apalagi ditambah dengan lauk. Jangan sampai salah, kedai milik Yu Sani ini hanya buka di malam hari.

Friday, June 8, 2018

Rowo Jombor, Tempat Wisata Bertaburan Pemandangan Alam dan Kawasan Kuliner di Klaten

Rowo Jombor, Tempat Wisata Bertaburan Pemandangan Alam dan Kawasan Kuliner di Klaten



Mencari tempat wisata yang nyaman untuk dikunjungi ramai-ramai sekaligus bisa kulineran di Klaten? Travelingyuk rekomendasikan Rowo Jombor untuk kamu kunjungi. Rowo Jombor adalah nama sebuah obyek wisata di Kabupaten Klaten untuk mereka yang mencari tempat rekreasi bernuansa alam sekaligus berkuliner.

Area berupa waduk ini terletak diantara Yogyakarta dan Solo, tepatnya berada di Desa Krakitan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Di tengah waduk seluas 180 hektar ini terdapat rumah makan apung yang menghidangkan aneka olahan ikan segar hasil tangkapan dari karamba yang ada di waduk tersebut. Traveler pun makan sambil disuguhi panorama gunung Merbabu dan Merapi dari kejauhan.


Tempat ini memang tidak selalu ramai setiap harinya namun di situlah letak keuntungan yang didapatkan traveler seperti yang dikutip travelingyuk. Jadi kalau kamu datang pada hari biasa, kamu akan mendapatkan suasana yang tenang dan bisa menikmati keindahan waduk serta alam sekitar dengan puas, pokoknya serasa milik pribadi. Waktu terpadat di tempat ini adalah saat bulan ramadan dan Idul Fitri yang umumnya wisatawan datang untuk acara buka bersama maupun reuni.

Kuliner adalah kegiatan utama yang dilakukan di obyek wisata ini. Rumah makan apung menjadi daya tarik utama bagi mereka yang berkunjung. Uniknya untuk menuju rumah makan ini traveler akan diantar menggunakan getek yang diberi pelampung dari drum. Operator getek akan senang hati mengantar pengunjung ke rumah makan apung pilihannya.

Menu yang dihidangkan juga tak kalah istimewa. Umumnya menu yang ada berupa olahan ikan air tawar dari waduk Rowo Jombor seperti gurame, nila, kakap, bawal, lele dan lainnya. Ada dua pilihan, traveler bisa memancing sendiri ikannya atau langsung terima matang saja. Memancing ikan sendiri tentu memberikan sensasi berbeda ketimbang memesan ikan siap santap. Namun bagi traveler yang tidak mau repot memancing mungkin bukan pilihan yang tepat.



Di dekat Waduk Rowo Jombor terdapat Bukit Sidagora. Sebelum makan di rumah makan apung kalian bisa trekking ke puncak bukit ini dan memandangi keindahan waduk beserta gagahnya Gunung Merbabu dan Merapi yang berdiri bersebelahan. So, jika mencari tempat berlibur yang tenang dan menyenangkan, datang saja ke Rowo Jombor ini. Dijamin kalian akan puas dengan suguhan alam maupun kulinernya.



Wednesday, June 6, 2018

Wisata Lawang Sewu dan Sejarahnya

Wisata Lawang Sewu dan Sejarahnya



Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag.

Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.

Bangunan utama Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan yang memiliki dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri bagian. Jika pengunjung memasukkan bangunan utama, mereka akan menemukan tangga besar ke lantai dua.

Di antara tangga ada kaca besar menunjukkan gambar dua wanita muda Belanda yang terbuat dari gelas. Semua struktur bangunan, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda. Dengan segala keeksotisan dan keindahannya Lawang Sewu ini merupakan salah satu tempat yang indah untuk Pre Wedding.

Lawang Sewu Pasca Pemugaran:

Setelah cukup lama lawang sewu seperti tak terurus, akhirnya Lawang Sewu dilakukan pemugaran yang memakan waktu cukup lama, akhirnya selesai pada akhir Juni 2011 dan kembali dibuka untuk umum setelah pada tanggal 5 Juli 2011 diresmikan oleh Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono dan dilanjutkan dengan event Pameran Kriya Unggulan Nusantara yang menampilkan produk produk tradisional dari seluruh Nusantara. Berikut foto foto Lawang Sewu pasca pemugaran:




Berapakan sebenarnya jumlah pintu dari Lawang Sewu?Seperti Kepulauan Seribu yang jumlah pulau yang sebenarnya tak sampai 1.000, karena tercatat hanya 342 buah bulau saja. Sebutan “Sewu” [Jawa: Seribu], merupakan penggambaran sedemikian banyaknya jumlah pintunya.

Menurut guide lawang sewu, jumlah lubang pintunya terhitung sebanyak 429 buah, dengan daun pintu lebih dari 1.200 (sebagian pintu dengan 2 daun pintu, dan sebagian dengan menggunakan 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun [dengan engsel], ditambah 2 daun pintu lagi jenis sliding door/pintu geser).

Sejarah Lawang Sewu:

Sejarah gedung ini tak lepas dari sejarah perkeretaapian di indonesia karena dibangun sebagai Het Hoofdkantoor Van de Nederlandsch – Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) yaitu kantor pusat NIS, perusahaan kereta api swasta di masa pemerintahan Hindia belanda yang pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia menghubungkan Semarang dengan “Vorstenlanden” (Surakarta dan Yogyakarta) dengan jalur pertamanya Jalur Semarang Tanggung 1867.

Awalnya administrasi NIS diselenggarakan di Stasiun Semarang NIS. Pertumbuhan jaringan yang pesat diikuti bertambahnya kebutuhan ruang kerja sehingga diputuskan membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh pada lahan di pinggir kota dekat kediaman Residen Hindia Belanda, di ujung selatan Bodjongweg Semarang. Direksi NOS menyerahkan perencanaan gedung ini kepada Prof Jacob F Klinkhamer dan B.J Ouendag, arsitek dari Amsterdam Belanda.

Pelaksanaan pambangunan dimulai 27 Februari 1904 dan selesai 1907. Kondisi tanah di jalan harus mengalami perbaikan terlebih dahulu dengan penggalian sedalam 4 meter dan diganti dengan lapisan vulkanis. Bangunan pertama yang dikerjakan adalah rumah penjaga dan bangunan percetakan, dilanjutkan dengan bangunan utama. Setelah dipergunakan beberapa tahun, perluasan kantor dilaksanakan dengan membuat bangunan tambahan pada tahun 1916 – 1918.

Pada tahun 1873 rel kereta api pertama di Hindia Belanda selesai dibangun. Jalan itu dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg maatschappij (NIS), suatu perusahaan swasta yang mendapat konsesi dari pemerintah kolonial untuk menghubungkan daerah pertanian yang subur di Jawa Tengah dengan kota pelabuhan Semarang (Durrant, 1972). Stasiun di Semarang yang berada di tambaksari tidak jauh dari pelabuhan.

Pada peralihan abad ke-20 NIS membangun stasiun stasiun baru yang besar. Pada tahun 1914 stasiun Tambaksari digantikan oleh Stasiun Tawang. Sebelumnya pada tahun 1908 selesai dibangun pula kantor pusat NIS yang baru, bangunan itu berada di ujung jalan Bodjong, di Wilhelmina Plein berseberangan dengan kediaman gubernur.

Kantor pusat NIS yang baru itu adalah bangunan besar 2 lantai berbentuk “L” yang dirancang oleh J.F Klinkhamer dan Ouendag dalam gaya Renaissance Revival (Sudrajat,1991). Menurut Sudrajat pembangunan kantor pusat NIS di Semarang adalah tipikal 2 dasawarsa awal abad 20 ketika diperkenalkan politik etis, ketika itu “… Muncul kebutuhan yang cukup besar untuk mendirikan bangunan bangunan publik dan perumahan, akibat perluasan daerah jajahan, desentralisasi administrasi kolonial dan pertumbuhan usaha swasta”.

Penduduk Semarang memberinya nama “Lawang Sewu” (pintu seribu), mengacu pada pintu pintunya yang sangat banyak, yan gmerupakan usaha para arsiteknya untuk membangun gedung kantor modern yang sesuai dengan iklim tropis Semarang. Semua bahan bangunan didatangkan dari Eropa kecuali batu bata, batu alam dan kayu jati.

Pada saat yang bersamaan Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) berusaha mengambil alih kereta api, pertempuran pecah antara pemuda dan tentara Jepang, belasan pemuda terbunuh di gedung ini, 5 diantara mereka dimakamkan di halaman (tetapi pada tahun 1975 jenazah mereka dipindah ke Taman Makam Pahlawan). Di depan Lawang Sewu berdiri monumen untuk memperingati mereka yang gugur di Pertempuran Lima Hari.

Sesaat setelah kemerdekaan Lawang Sewu digunakan Kantor Perusahaan Kereta Api, kemudian militer mengambil alih gedung ini, tetapi sekarang telah kembali ke tangan PT KAI. (seputarsemarang)